Dana abadi pendidikan mencapai Rp81,7 triliun: pemerintah

0


Jakarta (ANTARA) – Dana abadi pendidikan pemerintah yang dimaksudkan untuk mengembangkan potensi generasi muda sekarang dan mendatang, saat ini mencapai Rp81,7 triliun (sekitar US$5,7 juta), kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Saat ini kami memiliki Rp81,7 triliun (sekitar US$5,7 juta). Kalau ditambah anggaran penelitian, perguruan tinggi, dan dana wakaf budaya, total anggarannya mencapai Rp90 triliun (hampir US$6,3 juta),” katanya di Jakarta, Rabu.

Salah satu langkah untuk mengembangkan potensi generasi penerus adalah pemberian beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kata menteri.

Anggaran yang digunakan untuk memberikan beasiswa Indonesia Endowment Fund for Education sendiri ada di dana endowment pendidikan, tambahnya.

Awalnya, Dana Abadi Pendidikan Indonesia hanya dimaksudkan untuk memberikan beasiswa, yang sebagian besar diberikan untuk mengejar pendidikan universitas di luar negeri, sedangkan universitas dalam negeri dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, katanya.

“Sekarang bahkan sudah diperluas untuk penelitian, termasuk dalam mendapatkan vaksin, dan program Freedom to Learn,” ujarnya.

Berita Terkait: Pemprov Papua didesak alokasikan dana abadi untuk pendidikan

Menurut Indrawati, beasiswa tersebut berasal dari uang negara yang diperoleh melalui penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak.

Ia berpesan agar penerima beasiswa Indonesia Endowment Fund for Education turut berkontribusi dalam upaya pemerintah memajukan Indonesia, antara lain dengan menorehkan prestasi dan reputasi yang baik.

“Anda berutang kepada negara/negara. Utang tidak selalu dibayar tunai. Utang bisa dibayar dari prestasi, reputasi, dan kontribusi untuk Indonesia,” ingatnya.

Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan adalah membantu mengubah Indonesia dari negara berpenghasilan menengah menjadi negara berpenghasilan tinggi, kata menteri.

Selama ini, pemerintah berupaya mendorong Indonesia keluar dari middle income trap dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui reformasi pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan, tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa mayoritas anak Indonesia mengalami stunting, hanya mengenyam pendidikan SD atau SMP. Hanya 8,5 persen anak-anak yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke universitas atau perguruan tinggi, tambahnya.

“Itu kecil, sangat kecil. Reformasi pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial adalah salah satu cara untuk memotong cengkeraman kemiskinan,” tambahnya.

Berita Terkait: Beasiswa pemerintah Indonesia untuk pelajar adalah investasi sumber daya manusia: Menteri Sri Mulyani

Leave A Reply

Your email address will not be published.