Dalang Genosida Rwanda Meninggal di Penjara

0


Theoneste Bagosora tidak bersalah mendalangi 800 ribu orang Rwanda

REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO — Mantan kolonel tentara Rwanda yang tidak bersalah mendalangi pemeriksaan 800.000 orang selamat genosida pada 1994 meninggal di penjara di Mali. Hal itu berdasarkan keterangan pejabat Mali, Sabtu (25/9).

Theoneste Bagoso menjalani hukuman 35 tahun setelah bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda (ICTR). Hukumannya dikurangi dari penjara seumur hidup.

“Sudah dikonfirmasi. Dia berusia di atas 80 tahun, dia sakit parah karena masalah jantung. Dia dirawat di rumah sakit beberapa kali dan menjalani tiga operasi. Dia meninggal hari ini di sebuah klinik,” kata sumber di penjara Mali yang tidak disebutkan namanya.

Sumber kedua di Pengadilan Banding Bamako memastikan kematian tersebut. Jaksa Bagosora, direktur kabinet di kementerian, mengambil kendali atas urusan militer dan politik di negara Afrika tengah setelah Presiden Juvenal Habyarimana tewas ketika pesawatnya ditembak jatuh pada 1994.

Pengadilan yang berbasis di Tanzania menuduh Bagosora bertanggung jawab atas pasukan dan milisi Interahamwe Hutu yang membunuh sekitar 800.000 minoritas Tutsi dan Hutu moderat dalam 100 hari. Jenderal Kanada Romeo Dallaire, kepala penjaga perdamaian PBB selama genosida, menggambarkan Bagosora sebagai “gembong” di balik pembunuhan. Dallaire mengatakan mantan kolonel itu mengancam akan membunuhnya.

sumber : Antara



Leave A Reply

Your email address will not be published.