Covid-19 Tewaskan Warga Amerika Total Flu Spanyol

0


Angka kematian akibat Covid-19 di Amerika telah menandingi korban flu Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pandemi Covid-19 telah merenggut nyawa lebih dari 675.000 orang di Amerika Serikat (AS). Angka kematian tersebut sama seperti saat terjadinya pandemi flu Spanyol pada 1918 hingga 1919.

Populasi AS pada satu abad lalu hanya sepertiga dari saat ini, yang mengartikan bahwa flu menjadi pandemi yang jauh lebih besar dan mematikan di seluruh wilayah negara. Meski demikian, Covid-19 tetap menjadi tragedi di tengah kemajuan besar dalam pengetahuan dan kegagalan untuk memanfaatkan program yang tersedia.

“Banyak warga Amerika yang telah menyia-nyiakan manfaat vaksin,” ujar Howard Mekel, seorang sejarawan dari University of Michigan di Amerika Serikat tentang melewatkan kesempatan vaksinasi, dikutip dari AP pada Senin (20/9).

Flu Spanyol yang terjadi ratusan tahun lalu tidak sepenuhnya hilang. Covid-19 juga diprediksi demikian.

Para ilmuwan berharap bahwa virus korona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menjadi penyebab Covid-19 setidaknya kelak hanya akan menjadi penyakit musiman. Kekebalan manusia diprediksi terus berlanjut dengan vaksinasi dan infeksi berulang.

“Kami berharap bahwa pada akhirnya Covid-19 akan seperti flu, namun belum ada jaminan tentang itu,” jelas Rustom Antia, ahli biologi dari Emory University di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

Antia mengatakan bahwa perlu beberapa tahun hingga prediksi itu mungkin tercapai. Saat ini, pandemi Covid-19 masih membuat warga di Amerika dan seluruh dunia berjuang melawan tingkat penyebaran virus, dengan belum meratanya vaksinasi dan kekebalan seluruh masyarakat.

Kematian akibat Covid-19 di Amerika rata-rata mencapai lebih dari 1.900 hari. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak awal Maret dan jumlah korban secara keseluruhan di negara adidaya itu mencapai 675.000 orang.

Bahkan, jumlah yang diprediksi sebenarnya dapat jauh lebih tinggi. Menjelang musim dingin di Amerika mulai Desember mendatang, gelombang baru wabah dapat terjadi, dengan University of Washington memproyeksikan bahwa 100.000 orang Amerika akan meninggal pada 1 Januari, menjadikan jumlah kematian secara keseluruhan di Negeri Paman Sam mencapai 776.000.



Leave A Reply

Your email address will not be published.