China denda platform antaran makanan Rp7,6 triliun

0



Beijing (ANTARA) – Meituan, platform beraniing jasa pengantar makanan papan atas di China, didenda sebesar 3,42 miliar yuan (Rp7,6 triliun) atas pelanggaran undang-undang antimonopoli.

Denda tersebut setara dengan 3 persen dari total pendapatan Meituan selama 2020 senilai 114,7 miliar yuan, menurut keputusan Badan Regulasi Pasar China (SAMR) di laman resminya, Sabtu (9/10).

Lembaga pengawas persaingan usaha itu mulai dari kasus-kasus tersebut pada April lalu.

Mereka menemukan bahwa Meituan memaksa pelapak yang menjadi mitranya untuk kesepakatan kerja sama secara eksklusif.

Perusahaan tersebut juga kedapatan melakukan sejumlah pelanggaran lain, seperti meminta mitra membayar deposit dan menyiasati teknologi berbasis data dan algoritme mitra tak diberi kesempatan untuk memilih platform selain Meituan.

Tindakan itu dapat mengembangkan dan dinamika persaingan antarpenyedia jasa serta mengganggu kepentingan pedagang dan pelanggan, kata SAMR.

SAMR memerintahkan Meituan untuk menghentikan segala praktik ilegal dan mengembalikan deposit senilai 1,29 miliar (Rp2,8 triliun) kepada para mitra.

Meituan juga menyarankan untuk memperbaiki kesalahannya secara komprehensif, termasuk meningkatkan mekanisme pemberian dan aturan-aturan, serta melindungi katering skala kecil dan menengah.

Perusahaan tersebut harus segera menyerahkan laporan perbaikan dalam tiga tahun ke depan, kata SAMR.

Baca juga: China larang bimbel beri layanan berani
Baca juga: China hapus 25 aplikasi daring demi lindungi data pribadi warga

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.