Busana batik terus berkembang meski pandemi: menteri

0


Jumlah perempuan yang terlibat dalam fashion dan perdagangan batik lebih dari dua kali lipat perempuan yang terlibat dalam industri batik

Jakarta (ANTARA) – Batik mencatat pertumbuhan yang tinggi dan stabil di tengah pandemi, kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga.

“Tidak heran batik diakui UNESCO sebagai mahakarya warisan budaya takbenda,” kata Puspayoga pada webinar ‘Beauty Batik Sebagai Warisan Budaya di Tangan Wanita’, yang berasal dari sini, Senin.

Puspayoga mengutip data Kementerian Perindustrian yang mengungkapkan nilai bersih ekspor batik pada 2020 mencapai US$21,5 juta, meningkat dari US$18 juta pada 2019.

“Bagi kami di Indonesia, batik bukan hanya produk lukisan kain. Batik juga merupakan ekspresi hangat dari kesejahteraan budaya dan spiritual kita,” jelas menteri.

Bagi masyarakat Indonesia, berkreasi dan memakai batik berarti membenamkan diri dalam warisan identitas, budaya, dan spiritual bangsa, tambahnya.

Batik erat kaitannya dengan perempuan dan fashion karena juga merupakan bagian besar dari industri kreatif, katanya.

Indonesia telah mengupayakan kemajuan industri kreatif, termasuk batik sebagai kontributor potensial bagi pemulihan ekonomi bangsa, katanya.

Industri kreatif diyakini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, tegasnya.

“Ini menghasilkan Rp 1.100 triliun, yang menambah 7,4 persen terhadap PDB nasional (produk domestik bruto),” jelasnya.

Industri kreatif telah menyerap 14,3 persen dari total angkatan kerja dan meningkatkan total ekspor sebesar 13,8 persen, kata Puspayoga.

Setelah subsektor kuliner, fesyen merupakan subsektor terbesar kedua dari industri kreatif dan menyumbang sekitar 18,2 persen dari total nilai bersih industri, ia mengamati.

Menurut Menkeu, saat ini terdapat sekitar 47 ribu unit usaha batik yang tersebar di 101 sentra batik yang mempekerjakan lebih dari 200 ribu perempuan pembatik.

“Jumlah perempuan yang terlibat dalam fashion dan perdagangan batik lebih dari dua kali lipat perempuan yang terlibat dalam industri batik,” tambahnya.

Berita Terkait: Surabaya Gelar Expo Produk Batik dan UMKM di Hari Pahlawan
Berita Terkait: Industri batik bisa atasi pandemi COVID-19: Kementerian
Berita Terkait: Industri batik menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja

Leave A Reply

Your email address will not be published.