BPBD Penajam Paser Utara Kaltim pastikan titik api di Babulu padam

0



Saat tim di lokasi, sudah tidak ditemukan potensi timbulnya kembali titik api

Penajam, Kaltim (ANTARA) – Tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memastikan titik api yang terpantau sebelumnya (Sabtu,16/10), kini sudah tidak ada lagi atau padam.

“Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan serta Lapan Fire Hotspot, Sabtu kemarin, pukul 18.12 Wita terpantau ada titik api,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Minggu.

Baca juga: BPBD Penajam waspadai ancaman kebakaran hutan-lahan pada musim kemarau

Titik api tersebut terpantau di Desa Labangka, Kecamatan Babulu. Kemudian pada Minggu ini bertemu bersama Danramil Babulu, Babinsa Labangka dan Babinkamtibmas mengecek lokasi sesuai titik koordinat yang dimaksud.

“Dari pengecekan di lapangan diperoleh hasil konversi dengan tingkat kepercayaan medium. Lokasi hotspot titik koordinat yang dimaksud berada di RT 09 Desa Labangka,” katanya.

Baca juga: Empat kebakaran hutan dan lahan terjadi di Penajam pada awal Juni

Pada titik koordinat tersebut, lanjutnya, sekitar 50 meter dari jalan yang bisa dilalui dengan roda empat. Sedangkan kendaraan yang digunakan adalah mobil operasi BPBD Kabupaten PPU dan mobil operasional Koramil Babulu, dilanjutkan dengan jalan kaki.

Ketika tiba di lokasi, lanjut Nurlaila, terdapat sisa pepohonan dan semak belukar yang terbakar pada lahan dengan luas sekitar 400 meter persegi.

Baca juga: Enam rumah warga rusak akibat kebakaran di Penajam Paser Utara

Baca juga: Penajam masih perlu tiga pos penanggulangan kebakaran

“Saat tim di lokasi, tidak ditemukan potensi timbulnya kembali titik api, karena tim dari BPBD, Koramil dan Polsek Babulu melakukan pengecekan langsung pada lahan yang telah terbakar,” katanya.

Setelah dilakukan penelusuran, waktu kemudian mengetahui bahwa pemilik lahan yang bekas terbakar itu adalah Arizal, berdomisili di Desa Labangka, Dusun 3, RT 09.

Untuk mengatasi kebakaran pada lahan dan hutan, masyarakat tidak dapat melakukan pembukaan maupun pembukaan lahan, karena akan menimbulkan kebakaran,” ucap Nurlaila.

Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat 100 persen sudah padam

Baca juga: Belasan hektare lahan warga di dataran tinggi Aceh Tengah terbakar

Pewarta: M.Ghofar
Redaktur: Agus Salim
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.