BI mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5 persen

0


Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) dibatasi sebesar 3,5 persen.

Suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 2,75% dan suku bunga lending facility masih di level 4,25%.

“Keputusan ini sejalan dengan kebutuhan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta terus mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo. dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Ke depan, ia memperkirakan ketidakpastian ekonomi global akan tetap tinggi sejalan dengan meningkatnya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya inflasi global, termasuk akibat kebijakan proteksionisme, khususnya terkait pangan, yang ditempuh berbagai negara.

Oleh karena itu, otoritas moneter terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat bauran kebijakan, antara lain dengan memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas dan mendukung pengendalian inflasi dengan tetap memperhatikan berjalannya mekanisme pasar dan nilai fundamental.

Langkah lainnya, antara lain, mempercepat normalisasi kebijakan likuiditas dengan meningkatkan efektivitas penerapan kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) dan operasi moneter rupiah serta melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK).

Warjiyo mengatakan, pihaknya juga akan melanjutkan masa berlaku kebijakan tarif Sistem Kliring Nasional (SKNBI) sebesar Rp1 dari BI ke bank dan maksimal Rp2.900 dari bank ke nasabah mulai 30 Juni 2022 hingga 31 Desember 2022. .

“Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi biaya dan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat serta memperlancar transaksi keuangan guna mendorong pemulihan ekonomi nasional,” jelas Warjiyo.

Selain itu, dia mencatat bahwa BI terus memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama konektivitas pembayaran lintas batas dan memfasilitasi pelaksanaan investasi dan promosi perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Berita Terkait: BI akan pertahankan suku bunga acuan di 3,5 persen
Berita Terkait: BI akan lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas harga
Berita Terkait: Kenaikan suku bunga Fed menghambat pemulihan di negara berkembang: BI

Leave A Reply

Your email address will not be published.