Belasan Pelajar Ditangkap di Kota Bogor karena Diduga akan Ikut Demonstrasi

0


Polisi menggeledah barang bawaan hingga gawai pelajar yang ditangkap

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Satgas Pelajar Kota Bogor menangkap belasan pelajar di kawasan Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang, diduga diduga ikut aksi unjuk rasa 11 April di Jakarta. Dari gawai para pelajar, Satgas menemukan barang bukti berupa selebaran aksi unjuk rasa dan percakapan percakapan di Jakarta.

pantauan Republika.co.id di Stasiun Bogor, pelajar yang didapat dari SMA dan SMK di luar Kota Bogor. Bahkan, ada yang berasal dari Sukabumi.

Setelah ditangkap oleh Satgas Pelajar, barang bawaan para pelajar ini digeledah. Dari tas 14 pelajar yang tertangkap, ditemukan pakaian ganti, mie instan, korek api, rokok, pasta gigi, dan jimat milik salah seorang di antaranya.

Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Muhammad Iqbal, mengatakan melakukan penyisiran di titik yang disinyalir menjadi tempat datangnya pelajar dari wilayah lain menuju Jakarta. Adapun tiga titik yang menjadi fokus utama yaitu Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Terminal Baranangsiang.

Iqbal, para pelajar ini hendak berangkat menyebutkan ke Jakarta melihat dari percakapan di aplikasi pesan singkat WhatsApp masing-masing. Selain percakapan janji, Satgas Pelajar juga menemukan pamflet digital berisi ajakan untuk unjuk rasa hari ini.

“Jadi rekan rekannya di Stasiun sudah menunggu dari pagi. Barang bukti di handphone ada, selebaran pamflet di handphone juga ada untuk demo 11 April. Meski sebagaian mengelak,” kata Iqbal kepada Republika.co.id, Senin (11/4).

Iqbal mengatakan, penelusuran masih menelusuri siapa yang menjadi koordinator mengajak para pelajar ini untuk berangkat ke Jakarta. Sebab, ada indikasi pelajar yang berangkat lebih dulu pada malam hari.

Setelah pengaturan, kata Iqbal, Satgas Pelajar menunggu pihak sekolah masing-masing untuk bertemu anak didiknya. Berdasarkan catatannya, sejumlah pelajar SMK tersebut berasal dari Leuwiliang, Pamijahan, Ciampea, Kabupaten Bogor. Sedangkan pelajar lainnya yang berasal dari Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi.

“Karena kalau kita pulangkan kita nggak jamin, mereka pasti balik lewat tempat lain. Kalau sampai sore tidak (sekolah yang ambil), kita serahkan ke Polresta seperti tahun kemarin. Biar orangtua yang datang,” ujar Iqbal.

Salah seorang pelajar yang tertangkap, Arya, mengaku berangkat dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Bogor menggunakan angkutan kota (angkot). Berbekal uang Rp 70 ribu, Arya dan rekan satu sekolahnya nekat berangkat ke Jakarta.

Saat ditanya apakah ia berangkat ke Jakarta untuk ikut unjuk rasa, Arya hanya bergoyang sambil tertawa.



Leave A Reply

Your email address will not be published.