BBM Pertamax Naik Karena Non Subsidi: Pertamina

0


Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak Pertamax (RON 92) tak terhindarkan karena tidak disubsidi, dan fluktuasi harganya mengikuti harga minyak dunia, kata pejabat perusahaan minyak negara Pertamina dalam keterangannya. yang diterima ANTARA di sini Sabtu.

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, dan harga BBM Pertamax yang baru tetap kompetitif secara ekonomi dibandingkan BBM sejenis yang ditawarkan perusahaan minyak lainnya,” kata Deden Mochamad Idhani, Manager Communication and CSR Sub Holding Company Commercial and Trading Pertamina, Deden Mochamad Idhani. Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Keputusan kenaikan harga BBM nonsubsidi pada tahun ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya pada 2019, kata dia, seraya menambahkan penyesuaian harga hanya dilakukan terhadap BBM nonsubsidi yang dikonsumsi hanya 17 persen dari total jumlah pelanggan. .

Sekitar 14 persen konsumen harga BBM nonsubsidi menggunakan Pertamax, sedangkan 3% lainnya menggunakan Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, kata Idhani.

Dia menegaskan, harga solar pertalite dan solar bersubsidi yang dikonsumsi oleh 83 persen penduduk, tidak akan berubah harganya.

Idhani mengatakan meski terjadi kenaikan harga, harga akhir BBM nonsubsidi tetap berada di bawah harga keekonomiannya, karena krisis geopolitik saat ini menyebabkan harga minyak dunia melampaui US$100 per barel.

Berita Terkait: Kenaikan Harga Pertamax Akibat Gejolak Ekonomi Global: Presiden

Untuk menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi BBM, Pertamina melakukan efisiensi operasional besar-besaran yang tak pelak memicu kenaikan harga, tambahnya.

Lebih lanjut Idhani berharap warga tetap menggunakan BBM nonsubsidi yang lebih berkualitas.

“Harga baru tetap terjangkau bagi warga yang mampu secara finansial. Kami juga menghimbau warga untuk lebih berhati-hati dengan membeli BBM hanya pada saat dibutuhkan saja,” kata Idhani.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, mengingat kenaikan harga BBM global pada Maret, harga keekonomian BBM RON 92 pada April bisa mencapai Rp16 ribu. ) per liter.

Harga BBM Pertamax saat ini sebesar Rp12.500 (US$0,875) masih di bawah harga ideal keekonomian. “Keputusan (menjaga harga) agar tidak menambah beban warga lagi,” kata Pribadi.

Berita Terkait: Indonesia termasuk yang paling lambat menaikkan harga bahan bakar minyak: menteri

Leave A Reply

Your email address will not be published.