Bapak Bom Nuklir Pakistan Meninggal Dunia

0


Menteri Dalam Negeri Sheikh Rasheed Ahmad mengatakan, dia meninggal di sebuah rumah sakit KRL Islamabad. Dia akan dimakamkan dengan mengunjungi negara di sebuah masjid di ibu kota negara itu, di Ahad Sore.

Khan digembar-gemborkan sebagai pahlawan. Partai-partai agama radikal disebut sebagai bapak satu-satunya bom nuklir Islam.

Perdana Menteri Imran Khan menyebutnya sebagai ikon nasional yang program senjata nuklirnya memberi keamanan terhadap India yang memiliki senjata agresif dan jauh lebih besar. “Bagi rakyat Pakistan dia adalah ikon nasional,” ujarnya.

Khan terbitkan Pakistan untuk menjadi kekuatan senjata nuklir di awal 1970-an. Dia mulai terperosok dalam kontroversi bahkan sebelum kembali ke Pakistan dari Belanda pada 1970-an ketika bekerja di fasilitas penelitian nuklir.

Menurut penelitian yang dilakukan Carnegie Endment for International Peace, Khan tidak bersalah mencuri teknologi pengayaan uranium sentrifugal dari fasilitas Belanda. Data tersebut digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir pertama Pakistan.

Sosok yang meraih gelar di bidang teknik metalurgi dari Catholic University of Leuven Belgia ini menawarkan untuk meluncurkan program senjata nuklir Pakistan pada 1974. Tawaran ini muncul setelah India melakukan ledakan nuklir pertama.

Khan tangan kepada Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto saat menawarkan teknologi untuk program senjata nuklir Pakistan. Masih kesal dengan Pakistan Timur pada 1971, yang menjadi Bangladesh, serta terhitung 90 ribu tentara Pakistan oleh India, Bhutto menerima tawaran itu.

“Kami (Pakistan) akan makan rumput, bahkan membandingkan, tetapi kami akan memiliki (bom nuklir) kami sendiri,” ujar Khan.



Leave A Reply

Your email address will not be published.