Banyak Perusahaan di Inggris Kekurangan Tenaga Kerja

0


Brexit dan pandemi membuat banyak perusahaan di Inggris kekurangan staf

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Survei terbaru di Inggris menunjukkan perusahaan di berbagai bidang di negara tersebut kekurangan staf. Hampir semua ekonomi mulai dari bidang transportasi, pertanian, hingga sektor perhotelan ditempatkan pada tekanan besar.

Seperti dilansir laman The Guardian pada Senin (4/10), survei terbaru menyasar 500 perusahaan di seluruh Inggris. Lebih dari seperempatnya mengatakan kurangnya staf memberi tekanan pada kemampuan mereka untuk beroperasi pada tingkat normal.

Karena kekurangan staf, maka stok juga semakin berkurang sehingga gangguan rantai pasokan yang terjadi. Menurut banyak perusahaan, hal ini sangat merugikan bisnis mereka.

Banyak perusahaan telah mempertimbangkan untuk menarik produksi perusahaan-perusahaan lainnya berencana menaikkan harga. Ini menyebabkan kenaikan inflasi saat periode perdagangan Natal mendekat.

hampir seperlima perusahaan dari 500 perusahaan mengatakan menaikkan harga untuk menarik staf baru. Ada juga perusahaan yang memperkenalkan tunjangan tambahan untuk pekerja.

Namun survei terbaru yang dirilis oleh firma akuntansi BDO menunjukkan efek samping bagi konsumen bisa saja signifikan karena kekurangan staf ini. Sebab hampir sepertiga bisnis mengatakan kenaikan harga yang diperlukan dalam tiga bulan ke depan untuk menebus gangguan kerugian ini.

Lebih dari sepertiga perusahaan dalam survei menyebut mereka juga telah mengurangi jenis produk dan layanan yang ditawarkan. Sedangkan sepertiga perusahaan lagi direncanakan untuk melakukan hal yang sama beberapa bulan mendatang kecuali situasinya secara radikal membaik. Proporsi yang sama yang diperkirakan dalam rentang rentang akan terpengaruh dalam jangka panjang.

Bisnis menyalahkan pandemi dan Brexit atas kekurangan pekerja dari luar negeri. Kurangnya 38 persen mengatakan kurangnya bakat mengganggu kemampuan mereka untuk merekrut staf yang sangat dibutuhkan. “Brexit, masalah rantai pasokan global, dan ekor panjang Covid-19 telah menciptakan badai yang sempurna untuk bisnis Inggris,” kata mitra BDO Ed Dwan.

Menurutnya, setelah menavigasi tantangan pandemi dan berharap untuk beristirahat, bisnis menghadapi masalah yang lebih besar yakni hampir semua sektor melaporkan kekurangan staf. “Ini adalah era pergolakan dan tantangan yang dihadapi oleh kelas menengah Inggris sebagai mesin ekonomi inggris yang menunjukkan jalan yang panjang di depan,” kata Dwan.

Survei tersebut merupakan tantangan yang dihadapi semua tingkat bisnis Inggris. Seperti kekurangan pengemudi dan pada sektor perhotelan. Sementara hanya 18 persen bisnis di industri restoran, pub, dan bar yang mengatakan mereka yakin dapat merekrut dan mempertahankan staf yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis mereka.



Leave A Reply

Your email address will not be published.