Bandara Ngurah Rai bersiap untuk membuka kembali penerbangan internasional

0


Badung, Bali (ANTARA) – Operator Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan pemangku kepentingan pariwisata lokal melakukan simulasi penanganan kedatangan internasional untuk menilai kesiapan bandara untuk melanjutkan penerbangan internasional Kamis depan (14 Oktober 2021).

“Hari ini kami melakukan simulasi untuk menguji standar operasional prosedur penanganan kedatangan internasional,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Badung, Bali, Sabtu.

Simulasi tersebut melibatkan 90 orang, termasuk dua bayi, dari komunitas bandara, katanya. Mereka disimulasikan tiba dari Bandara Incheon, Korea Selatan, dan diarahkan untuk mengikuti prosedur kedatangan internasional, tambahnya.

Para penumpang diarahkan ke pemindai termal setelah turun dari pesawat, katanya. Mereka yang suhu tubuhnya di bawah 38 derajat Celcius diperbolehkan untuk melanjutkan, sedangkan yang suhunya di atas batas diarahkan ke ruang observasi untuk pemeriksaan kesehatan, ungkapnya.

Penumpang yang diarahkan ke ruang observasi menjalani pemeriksaan kesehatan, yang dianggap sehat diizinkan untuk melanjutkan, sementara pengaturan dilakukan untuk memindahkan penumpang yang tidak sehat ke rumah sakit, kata Riyanto.

Setelah melewati pemeriksaan suhu, penumpang yang datang diarahkan ke loket pendaftaran untuk mendapatkan cetak barcode untuk prosedur selanjutnya, tambahnya. Di posko selanjutnya, penumpang diminta menunjukkan data wajib kedatangan, termasuk surat keterangan sehat dan bukti observasi hotel karantina, kepada petugas bandara, ujarnya.

Setelah titik registrasi, penumpang diarahkan untuk menjalani tes PCR COVID-19 sebelum melanjutkan pemeriksaan keimigrasian, katanya.

Para penumpang kemudian diarahkan ke ruang tunggu setelah melewati pemeriksaan imigrasi untuk bertemu dengan staf hotel karantina mereka sambil menunggu hasil tes PCR, kata Riyanto. Para pejabat memperkirakan prosedur akan memakan waktu sekitar 60 menit, katanya.

Dirjen mengatakan otoritas akan menilai dan mengevaluasi hasil simulasi untuk memungkinkan revisi prosedur sebelum bandara mulai mengizinkan kedatangan internasional pada hari Kamis sambil memastikan penerapan protokol yang terperinci dan ketat untuk melindungi kesehatan penumpang dan mencegah infeksi COVID-19.

“Prosedurnya akan kami atur secara detail, antara lain mengatur flight slot, arah jalan penumpang, dan prosedur tes PCR. Simulasi terus kami lakukan untuk menyempurnakan prosedur kami dan memastikan implementasi yang benar pada hari-H,” kata Riyanto.

Berita Terkait: Rencana Indonesia untuk mengurangi masa karantina mandiri bagi para pelancong dipuji
Berita Terkait: Mendukung pembukaan penerbangan internasional di dua bandara: Ketua MPR

Leave A Reply

Your email address will not be published.