AS Tolak Normalisasi Hubungan dengan Suriah

0


AS akan tetap mempertahankan sanksi terhadap Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan, negaranya menolak melakukan normalisasi hubungan dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Washington pun akan mempertahankan sanksi terhadap negara tersebut.

“Apa yang belum kami lakukan, dan apa yang tidak ingin kami lakukan, adalah untuk menyatakan dukungan bagi upaya untuk menormalkan hubungan atau merehabilitasi Assad,” kata Blinken dalam konferensi pers bersama Menlu Israel Yair Lapid dan Menlu Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan di Washington pada Rabu (13/10), dikutip laman Al Arabiya.

Blinken mengatakan, AS akan mempertahankan sanksi terhadap Suriah. AS belum mengubah sikap terkait sanksi ini. “AS belum selesai satu pun sanksi terhadap Suriah atau mengubah posisi kami untuk Suriah sampai kemajuan yang tidak dapat diubah menuju solusi politik, yang kami yakini perlu dan vital,” ujarnya.

AS diketahui telah memberlakukan undang-undang (UU) yang dikenal sebagai Caesar Act. UU tersebut menjatuhkan sanksi kepada setiap perusahaan yang menjalin kerja sama dengan pemerintahan Assad.

Caesar Act, disertai sejumlah sanksi AS terhadap warga di lingkaran dekat Assad, bertujuan memaksa pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan mendukung solusi politik di Suriah. UEA sebelumnya mengatakan bahwa Caesar Act mempersulit Suriah untuk kembali ke Liga Arab.

Perang Suriah telah berlangsung selama satu dekade, yakni 2011. Konflik sipil di sana telah berlangsung lebih dari 500 ribu orang dan menyebabkan jutaan warga lainnya mengungsi.



Leave A Reply

Your email address will not be published.