Anggaran kesehatan 2023 untuk memprioritaskan pengeluaran non-COVID: Kementerian Keuangan

0


Karena kasus COVID diperkirakan menurun tahun depan, pengeluaran kesehatan untuk non-COVID akan menjadi prioritas

Jakarta (ANTARA) – Anggaran kesehatan yang disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 akan memprioritaskan belanja non-COVID, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Karena kasus COVID diperkirakan menurun tahun depan, belanja kesehatan non-COVID akan menjadi prioritas,” kata Indrawati dalam keterangan pers usai rapat terbatas tentang rencana kerja pemerintah dan rencana pagu indikatif tahun 2023, yang diakses online dari di sini pada hari Kamis.

Anggaran kesehatan menjadi salah satu fokus prioritas dalam tiga tahun terakhir, kata menteri.

Akibat pandemi COVID-19, anggaran kesehatan tahun 2020 dinaikkan dari Rp113 triliun menjadi Rp172 triliun, di mana Rp52,4 triliun di antaranya dihabiskan untuk penanganan COVID-19.

Kemudian, pada tahun 2021 anggaran kesehatan dinaikkan menjadi Rp312 triliun, di mana Rp190 triliun di antaranya dialokasikan untuk penanganan COVID-19, termasuk pengadaan vaksin.

“Dan untuk tahun 2022, belanjanya diperkirakan mencapai Rp255 triliun, Rp116,4 triliun di antaranya untuk (penanganan) COVID,” kata Menkeu.

Pemerintah memperkirakan belanja kesehatan non-COVID tahun ini mencapai Rp139 triliun. Dalam APBN 2023, Belanja kesehatan akan ditingkatkan menjadi kisaran Rp155 triliun hingga Rp193,7 triliun.

Peningkatan anggaran non-COVID ini ditujukan untuk mendukung reformasi di bidang kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam penyediaan jaminan kesehatan nasional.

Anggaran tersebut juga akan difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan kesehatan, mendukung pembangunan sarana dan prasarana kesehatan khususnya di daerah, serta meningkatkan pelayanan kesehatan dan menurunkan angka stunting.

Berita Terkait: Realisasi anggaran di bidang kesehatan meningkat 69 persen
Berita Terkait: Kepresidenan G20 Indonesia memprioritaskan arsitektur kesehatan dunia
Berita Terkait: Pemerintah masih perlu lunasi tagihan pengobatan COVID Rp23 triliun

Leave A Reply

Your email address will not be published.