Amerika Serikat Tekan Israel untuk Lawan Spionase China?

0


Amerika Serikat minta Israel inspeksi rutin alat berat di Haifa Bayport

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan menekan Israel untuk melawan potensi spionase Cina di kota pesisir Haifa.

Menurut situs Melanggar Pertahanan, sumber pertahanan Israel mengatakan bahwa, pejabat Amerika Serika meminta Israel melakukan inspeksi rutin terhadap alat berat yang tiba di terminal Haifa Bayport.

Haifa Bayport dibangun China dengan investasi senilai 1,7 miliar dolar AS. Cina memiliki kontrak terhadap pelabuhan tersebut selama 25 tahun. Sehingga Grup Pelabuhan Internasional Shanghai (SIPG) milik negara China mengelola pelabuhan tersebut.

Amerika Serikat khawatir bahwa Beijing dapat menggunakan pelabuhan tersebut sebagai pintu gerbang untuk melakukan spionase di Israel dan wilayah kegiatan angkatan lautnya.

Pemerintah Israel juga memiliki kemiripan, karena pangkalan angkatan laut terbesar terletak di sebelah kanan Haifa Bayport. Selain itu, angkatan laut Amerika Serikat juga sering melakukan kegiatan di Haifa.

Para peneliti dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS) mengakui bahwa, pangkalan angkatan laut Israel berada pada jarak yang sama dari pelabuhan dengan bangunan lain di sekitarnya. Lokasi tersebut juga kerap digunakan intelijen untuk berkumpul.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, pejabat Amerika Serikat terlibat dengan sekutu dan mitra di seluruh dunia, termasuk Israel, saat mengembangkan sistem penilaian yang berfokus pada keamanan nasional. Juru bicara itu menambahkan bahwa, Amerika Serikat telah memberikan informasi mengenai ancaman China di Haifa Bayport.

“Kami telah menginfokan kepada Israel mengenai risiko bagi kepentingan keamanan nasional bersama, dan akan melanjutkan diskusi di tempat yang sesuai,” ujar juru bicara tersebut, dilansir Pemantau Timur Tengah, Jumat (8/10).

Sumber-sumber Israel yang dikutip oleh Breaking Defense mengatakan, angkatan laut Tel Aviv akan mengambil beberapa langkah operasional untuk fasilitas bawah air dari mata-mata asing. Washington prihatin dengan hubungan Israel yang berkembang dengan China.

Pada Agustus, Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, tentang bahaya investasi China ke Israel. Di tengah rangkaian kontrak Beijing di seluruh dunia, terutama di pelabuhan, ada peringatan bahwa China dapat menggunakan metode bantuan ekonomi untuk menjamin klien negara-negara dalam jebakan utang. Sehingga memaksa mereka untuk mengontrol China atas situs dan fasilitas sebagai salah satu cara untuk berhutang.

Perusahaan keamanan siber internasional, Fire Eye, mengungkapkan, pada Agustus peretasan China telah berhasil meretas komputer milik pemerintah dan perusahaan teknologi Israel pada 2019 dan 2020. Rizky Jaramaya



Leave A Reply

Your email address will not be published.