17 warga sipil dievakuasi dari Kiwirok Papua: polisi

0


Evakuasi berjalan dengan aman dan lancar tanpa hambatan

Jayapura, Papua (ANTARA) – Tujuh belas warga sipil, termasuk tiga anak-anak, telah dievakuasi dari Kecamatan Kiwirok, Kabupaten Pengunungan Bintang, Provinsi Papua, menyusul serangan Senin oleh kelompok teroris separatis di kecamatan tersebut, kata polisi.

Setelah dievakuasi ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, hingga Sabtu, tidak ada warga asli Papua yang tersisa di Kiwirok, kata Kapolres Pegunungan Bintang, Ajun Komisaris Besar Cahyo Sukamito.

17 warga sipil dievakuasi ke Oksibil dengan pesawat kecil Smart Air dalam dua gelombang, katanya.

“Evakuasi berjalan aman dan lancar tanpa hambatan,” katanya.

Berita Terkait: Tentara Indonesia mengevakuasi warga sipil dari Kiwirok

Saat ini para pengungsi sedang ditampung di Polres Pegunungan Bintang di Oksibil, kata Sukamito.

Situasi keamanan di Kecamatan Kiwirok tetap tegang sejak Senin ketika kelompok Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Berita Terkait: Menteri mengutuk serangan kelompok bersenjata terhadap petugas kesehatan Kiwirok

Komandan kelompok Ngalum Kupel, Elly M Bidana, tewas dalam baku tembak, sementara satu tentara dan dua anggota kelompok bersenjata terluka, kata pejabat.

Teroris separatis juga membakar fasilitas umum dan menyerang petugas kesehatan di Kiwirok.

Seorang petugas kesehatan meninggal setelah didorong ke jurang oleh teroris. Sementara itu, empat orang lainnya yang selamat dari serangan kelompok bersenjata dibawa ke Rumah Sakit Marthen Indey di Jayapura untuk mendapatkan perawatan.

Berita Terkait: Sekitar 11 warga Kiwirok lainnya dievakuasi ke Oksibil

Berita Terkait: Petugas kesehatan yang hilang belum dilacak: Kapolda Papua

Leave A Reply

Your email address will not be published.