16 juta UMKM didigitalkan di bawah Gernas BBI: kementerian

0


Ketika produk UMKM memiliki kualitas yang lebih baik, konsumen akan mendapatkan pengalaman yang lebih besar.

Jakarta (ANTARA) – Gerakan Bangga Produk Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah mendorong 16 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergabung dalam ekosistem digital, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menginformasikan.

“Kami mencapai 16 juta pada September 2021. Saya yakin kami akan mencapai target 30 juta UMKM digital pada 2023,” kata Deputi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenpar Odo RM Manuhutu saat peluncuran virtual ‘Digital Transformation of Workshop UMKM Merah Putih di Jakarta, Rabu.

Menurut Manuhutu, Presiden Joko Widodo mencanangkan Gernas BBI pada 14 Mei 2020 agar UMKM dapat terus tumbuh di tengah pandemi COVID-19 dan dengan demikian turut memperkuat perekonomian Indonesia.

Di masa pandemi, UMKM perlu berinovasi, bertransformasi, dan mempercepat kemajuannya, katanya.

“Beberapa UMKM sudah mulai melakukan transformasi yang tidak hanya mereka melakukan penjualan online, tetapi mereka juga menjadi komprehensif dalam literasi digital serta memperhatikan kualitas produk,” jelasnya.

Selain mengembangkan kapasitas produksi, UMKM juga perlu fokus pada kualitas produknya, ujarnya.

Produk UMKM yang berkualitas akan menciptakan kesan yang baik terhadap semua produk buatan Indonesia di mata konsumen, jelasnya.

Berita Terkait: Gernas BBI ‘Go Borneo’ bisa bantu hidupkan ekonomi desa: menteri

Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Koperasi dan UMKM memberikan dukungan dengan mengadakan pelatihan bagi UMKM, katanya.

Pelatihan penunjang tersebut antara lain workshop virtual, seperti ‘Transformasi Digital UMKM Merah Putih’ yang diselenggarakan Bank Mandiri bersama IdEA, DOKU, dan YOKKE.

Manuhutu juga berharap workshop pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk UMKM di seluruh Indonesia.

“Kami bersama kementerian lain, Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), dan pemangku kepentingan lainnya di sektor swasta, akan menciptakan jalan agar produk Indonesia memiliki kualitas yang lebih baik. Ketika produk UMKM memiliki kualitas yang lebih baik, konsumen akan mendapatkan pengalaman yang lebih besar,” katanya.

Berita Terkait: UMKM dengan kehadiran online harus meningkatkan kualitas produk: Pandjaitan

Leave A Reply

Your email address will not be published.